Wali bermaksud: Orang yang memiliki atau diberi kuasa oleh syarak untuk mengakad nikah.
كُلُّ مَنْ وَلِيَ أَمْرًا فَهُوَ مَوْلَاهُ
Maksudnya: “Setiap orang yang menguasai atau mengurus sesuatu perkara serta melaksanakannya.” (Al-Mu’jam al-Wasit 1058)
Dari segi istilah pula, wali bermaksud melaksanakan kekuasaan atas orang lain serta mengawasinya. Menurut sebahagian ulama, wali ialah pelaksana kuasa atas orang lain sama ada orang itu suka ataupun tidak (termasuk wali mujbir).
فَإِنْ أَنَسْتُمْ مِّنْهُمْ رُشْدًا فَٱدْفَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ
Maksudnya: ”…hendaklah direncanakan oleh walinya dengan adil benar.” (al-Baqarah 2:282)
KATEGORI WALI NIKAH
1. WALI NASAB — perwalian yang berasal daripada nasab yang sah. Terbahagi kepada:
- 1.1 WALI AQRAB — wali yang paling hampir (berbanding wali ab’ad)
- 1.1.1 WALI MUJBIR — bapa atau datuk sebelah bapa dan ke atas
- 1.1.2 WALI IHKTIYAR / GHAIR MUJBIR — selain wali mujbir
- 1.2 WALI AB’AD — wali yang jauh turutannya
Sebab perpindahan Wali Aqrab kepada Wali Ab’Ad:
- Wali Kafir
- Wali Murtad
- Wali Seorang Hamba
- Wali Belum Baligh
- Wali Hilang Akal (Gila)
- Wali Yang Terhalang Urusan Hartanya kerana Safih
- Wali Kurang Akal / Nyanyuk
- Wali Khunsa Musykil
- Wali Bisu serta Pekak dan tidak mengetahui bahasa isyarat serta tidak tahu menulis
- Wali Mati
- Wali Fasiq
- Wali Pengsan atau Koma melebihi tiga hari
2. WALI HAKIM